Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Chapter 9 - Done

The New Me Chapter 9 – Done Arcanum Waktu tak penting lagi bagiku Tenang. Tenang. Tenang. Entah kenapa, perasaanku saat ini sangatlah tenang. Semua petualangan yang telah kujalani, rasanya sudah menghilang dari kisah hidupku. Rasanya, segalanya sudah berakhir. Meskipun dengan sebuah akhir yang menggantung. Aku mencoba membuka mataku perlahan. Samar-samar, aku melihat wajah seorang laki-laki. Begitu aku membuka mataku benar-benar, tampaklah sosok laki-laki itu. Sosok yang sangat anggun. Sosok yang diam. Sosok yang sudah lama kunantikan. “Ciel…” aku bergumam kecil. Ciel segera menoleh ke arahku. “Kamu sudah bangun!” Ciel menjawab dengan nada agak hangat. Aku hanya mengangguk kecil. Entah kenapa, aku kembali terjebak dalam lamunanku. Ciel, seseorang yang sangat aku rindukan, kini bisa begitu dekat denganku. Orang yang sudah lama menghilang dariku, kini bisa berada di hadapanku. Doaku terjawab. Ya, doaku terjawab pada waktu yang tepat. Orang yang sekian lama kucari-car...

Chapter 8 - Dream

The New Me Chapter 8 – Dream Semakin tidak diketahui berada di mana, dan pukul berapa Aku berdiri di atas padang rumput yang sangat luas. Sejauh mata memandang, yang ada hanyalah rumput yang berwarna hijau. Rumput itu tumbuh sangat subur. Langit di padang rumput itu juga berwarna biru cerah. Udara berhembus dengan mesra, membuat suasana menjadi semakin tenang dan damai. “Lizzy!” seseorang menyahut dari belakangku. Aku segera berbalik, mencari-cari sumber suara. “Alois!!” sapaku membalas Alois. Alois memberikan senyuman hangat. “Terima kasih sudah datang!” ucapnya lembut. Aku tersenyum dan menunduk. “Sama-sama,” jawabku sambil kembali menatap wajahnya. “Bagaimana menurutmu? Indah tidak?” tanya Alois dengan raut wajah semakin hangat. “Iya! Bagus sekali! Aku suka!” jawabku beruntun. Alois kembali tersenyum, lalu memandang padang rumput yang luas itu. Suasana hening. “Terima kasih, Lizzy!” ucap Alois sambil terus memandang padang rumput itu. Aku menoleh dan menat...

Chapter 7 - Kidnaped

The New Me Chapter 7 – Kidnaped Tidak diketahui pukul berapa, dan dimana Hangat tapi gelap. Itulah hal pertama yang aku rasakan. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku. Semuanya terasa begitu cepat dan rumit, aku bahkan belum bisa mengerti secara keseluruhan. Aku hanya mengerti sebagian, itu juga masih ada bagian yang buram dan samar-samar. Jujur, aku lelah. Aku capek. Aku sudah tidak tahan untuk menjalani semua hal ini. Aku ingin kembali menjadi anak perempuan biasa yang selalu tersenyum. Aku pun mencoba membuka mataku. Samar-samar terlihat cahaya terang di hadapanku. Begitu mataku benar-benar terbuka, aku pun sadar kalau aku berada di depan perapian. Aku segera memperbaiki posisi dudukku. Tapi sayang, tanganku diikiat ke belakang sehingga aku harus berusaha keras untuk dapat memperbaiki posisi duduk. Aku mulai mengamati sekeliling, mencoba mencari tahu di mana aku berada saat ini. Dan yang kulihat hanyalah satu kursi tua di sudut ruangan, sebuah perapian, dan sat...