Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Chapter 6 – My Heart

The New Me Chapter 6 – My Heart Pukul 19.00, Midford Manor Senja sudah berlalu. Cahaya mentari tergantikan dengan kelap-kelip bintang di angkasa. Angin hangat di pagi hari, kini berubah menjadi hembusan angin malam yang dingin. Terang telah berlalu, dan kegelapan mulai menyilimuti dunia ini. Derasnya hujan yang mengguyur kota juga sudah mulai reda. Dengan perasaan berderu-deru, aku berlari sangat cepat. Tatapan mataku hanya tertuju kepada gagang pintu rumahku. Sesampainya di depan gagang pintu itu, aku langsung meraihnya dan mendorongnya dengan sekuat tenaga. “Ayah! Ibu! Kak Edward! Paula!” semua orang kusebutkan satu per satu. “Lizzy!!” sayub-sayub suara itu terdengar dari seluruh penjuru rumah. “Lizzy!” suara itu terdengar kembali. Dengan kecepatan super, ayah, ibu, Kak Edward, dan Paula menghampiriku. Mereka semua memeluk tubuhku erat. Ayah membelai-belai rambutku, ibu mencium pipiku, Kak Edward tersenyum di sebelahku, dan Paula melihat tingkah kami sambil menahan ...

Chapter 5 – Unbelievable

The New Me Chapter 5 – Unbelievable Pukul 17.00, London City Tes… Tes… Tes… Titik-titik air mulai berjatuhan dari langit. Hari yang terik seketika menjadi gelap gulita. Rintik-rintik hujan berhasil membasahi kota yang padat itu. Aku pun gelisah, bimbang, dan tentu saja kebingungan. Kini, aku hanya bisa duduk diam dan memeluk lututku. Aku terdiam bersama seorang pemulung yang sedari dari duduk di sampingku – di depan gereja tua. Nenek pemulung itu tampaknya sangat kelaparan. Tubuhnya terlihat letih dan kumuh. Aku menghela nafas panjang. Udara di luar gereja ini sangat dingin. Aku pun merapatkan tubuhku, berusaha untuk tetap hangat. Paling tidak, aku masih hidup. Aku bisa saja kehilangan nyawa saat bertemu ketua gank tadi. Bila aku tidak lolos dari kepungan mereka, mungkin, aku sudah dijadikan budak mereka. Untuk sekarang, aku masih aman. Aku jadi teringat dengan kedua orang tuaku. Orang tua yang selalu berada di sisiku, memberikan kehangatan istimewa bagiku. Entah menga...

Chapter 4 – Play Outside

The New Me Chapter 4 – Play Outside             Pukul 11.20, London City “ALOIS!!!!!!” jeritku keras. Aku pun berlari menuju Alois lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Alois tidak mengelak. Ia justru ikut berlari, dan memeluk tubuhku. “Kamu lama sekali!!” ujar Alois sambil melepaskan pelukannya dariku. Aku langsung memasang tingkah lucu dan imut, seperti aku yang dulu. “Hmm… Iya, maafkan aku!” jawabku singkat. “Yah, Lizzy!” sahut Alois dengan tingkah ‘sok lucu’ yang murni buatannya. “Ya, sudah! Yang penting, kamu sudah ada di sini!” lanjut Alois. “Sekarang kita mau ke mana, nih?” tanyaku bersemangat. “Bagaimana kalau kita pergi mengelilingi kota ini saja! Berpetualang di tengah kota yang padat penduduk pasti sangat menyenangkan!” ajak Alois dengan semangat 45. “Baiklah! Ayo, kita berpetualang!” aku berseru. Kedua tanganku terangkat ke atas. Mataku lurus menatap tanganku yang terkepal dengan sempurna. Alois meraih...